Sabtu, 27 Oktober 2012

Artificial Intelligence

Artificial intelligence atau kecerdasan buatan merupakan sebuah trend perkembangan teknologi mutakhir, bahkan memegang peranan kunci dalam perkembangan teknologi. Pemikiran tentang artificial intelligence berawal dari sebuah filosofi bahwa kecerdasan manusia dapat diterapkan dalam teknologi.  
Pada awal abad 17, RenĂ© Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram. Manusia masih berusaha untuk menciptakan mesin yang lainnya. Pada tahun 1769, dataran Eropa dikejutkan dengan suatu permainan catur yang dapat menjawab langkah-langkah permainan catur yang belum ditentukan terlebih dahulu.Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam artificial intellegence. Program program artificial intellegence pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin “Ferranti Mark I” di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah "Artificial Intelligence/kecerdasan buatan" pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. 
Menurut McLeod (2007) Bibit AI pertama kali disebar hanya 2 tahun setelah General Electric menerapkan computer yang pertama kali digunakan untuk penggunaan bisnis. Tahun ini adah tahun 1956, dan istilah kecerdasaan buatan pertama kali dibuat oleh John McCarthy sebagai tema suatu konferensi yang dilaksanaan di Dartmouth College.
Kecerdasan buatan yang kuat adalah istilah yang diperkenalkan oleh John Searle pada tahun 1980 didalam artikelnya "Pikiran, Otak, dan Program". Penawaran kuat pada penelitian kecerdasan buatan dengan penciptaan beberapa bentuk kecerdasan buatan berbasis komputer yang benar-benar dapat menjadi alasan dan memecahkan masalah, suatu bentuk kuat dari AI dikatakan hidup, atau sadar diri. Beberapa percaya bahwa bekerja di AI yang kuat pada akhirnya akan mengarah pada komputer yang kecerdasan sangat melebihi manusia (Deshpande, 2009).
Artificial Intelligence dapat dipandang dalam berbagai Perspektif:
# Dari perspektif Kecerdasan (Intelligence) 
    Artificial Intelligence adalah bagaimana membuat mesin yang “cerdas” dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat dilakukan oleh manusia 
     #Dari perspektif bisnis, 
   Artificial Intelligence adalah sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan masalah-masalah bisnis.
       #Dari perspektif pemrograman (Programming), 
   Artificial Intelligence termasuk didalamnya adalah studi tentang pemrograman simbolik, pemecahan masalah,proses pencarian (search)  
   
      Kelebihan dan Kekurangan Artificial Intelligence     Walaupun perkembangan teknologi artificial intelligence dapat menggantikan posisi manusia, bahkan dapat dikatakan lebih pintar dari manusia, tetapi tetap saja perkembangan teknologi dengan menggunakan articial intelegensi tetap memiliki kekurangan dan keterbatasan.
      Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari artificial intelligence:
        Kelebihan Artificial Intelligence
  •           Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan)
  •           Memiliki ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam system kerjanya
  •           Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan
         Kekurangan Artificial Intelligence
  •    Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
  •      Kecerdasan yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
Artificial Intelligence (AI) dan Sistem Pakar
     Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dalam hal ini, robot adalah sesuatu yang sangat umum dibuat oleh para sistem pakar untuk memudahkan sesuatu pekerjaan dalam hal tertentu. Secara teori sangatlah gampang untuk berandai-andai membuat sesuatu yang dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Sistem Pakar (Expert System) merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar, misalnya : Dokter, Lawyer, Analist Keuangan, Tax Advisor. Sistem pakar dapat mendorong perhatian besar diantara ahli komputer dan spesialist informasi untuk mengembangkan sistem membantu manajer dan non manajer memecahkan masalah.
      1. Eliza
Joseph Weizenbaum (1966)
Program komputer yang mampu berkomunikasi; berperan sebagai psikiater. Kekurangan Eliza: tidak adanya pengertian.
2. Parry
Colby, dkk (1972) mensimulasi pasien yang paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memanga ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi komputer dan respon manusia.
3. NETtalk
Program yang berdasarkan jaring-jaring neuron. Dikembangkan oleh Terry Sejnowski: jaringan neural berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.

   Refrensi :
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar