Selasa, 01 Agustus 2017

HIDUPMU TERLALU BERHARGA JIKA HANYA KAMU SIA-SIAKAN

Ada saatnya Tamparan Tuhan akan terasa sakit sekali setelah kita beberapa kali mengabaikan panggilanNya. Entah tamparan tersebut akan membuat kita untuk memenuhi panggilanNya atau justru sebaliknya kita malah semakin menjauh dari Tuhan. Harus kita akui, tawaran duniawi memang terasa lebih menggiurkan untuk saat ini, tapi ingatlah itu hanya sementara. Selama ini kita tak luput dari masalah kita masing-masing, namun percayalah masalah yang kita hadapi ini adalah salah satu dari beberapa peringatan yg sebenernya Tuhan beri supaya kita selalu ingat kepadaNya. 
Mungkin kita merasa sudah pernah mengalami masa yg sukar, masa dimana kita merasa jatuh bahkan sudah tidak memiliki arti dalam hidup ini, tapi percayalah masa tersebut masih belum berlalu seutuhnya selama kita masih hidup dunia ini. Ada kemungkinan untuk kita kembali ke masa tersebut jika kita tidak pintar merespon panggilan Tuhan. 
Mungkin kita merasa kesalahan kita di masa lampau terlalu berat untuk di maafkan, tapi percayalah bahwa Yesus adalah Tuhan yang pemaaf. Sebesar apapun kesalahan kita, berimanlah bahwa Tuhan pasti membuka pintu Maafnya, asalkan kita bersungguh-sungguh memohon ampun padaNya.  Secara logika, memang akan terasa sukar untuk dapat selalu berbuat baik yg sesuai dengan kehendak Tuhan, tapi saat kita berusaha, Tuhan pasti tahu bagaimana usaha kita untuk slalu berbuat kebaikan. Ingatlah akan surga dan neraka saja. Mungkin saat ini kita hidup di dunia bagaikan seperti di Surga, tp ingatlah akan masa penghakiman kelak.
Dunia ini dengan segala macam bentuk tawarannya akan dengan mudah menjauhkan kita dari Tuhan, itu semua kembali ke dalam diri kita masing-masing, seberapa kuat pengahrapan kita akan janji Tuhan di saat dia datang nanti. Bila saat ini kita mungkin masih merasa mudah masih merasa umur kita masih panjang, manfaatkanlah waktu yg diberikan Tuhan itu dengan sebaik-baiknya. Aku sendiri menulis tulisan ini bukan berarti aku adalah orang yg sempurna, aku sama seperti layaknya manusia di zaman skrg yg penuh dengan dosa yg selalu tergiur oleh tawaran duniawi yg ada di depan mata.
Tp di satu sisi di dalam hati kecilku merasa bahwa aku juga mulai jauh dari Tuhan. Mungkin saat aku menulis ini aku disadarkan untuk dapat kembali ke Jalan Tuhan, tp siapa yg tahu mungkin suatu hari nanti aku kembali ke dalam dosa-dosaku yg lalu, semua kembali kepadaku, apakah aku mai setia akan panggilan Tuhan. Dan itulah sifat manusia di jaman sekarang.
Tuhan memberi hal yg lebih terhadap manusia dibandingkan dengan ciptaannya yg lain. Kita manusia di beri kebebasan untuk menentukan apa yg menjadi keinginan kita, tp tidak ada salahnya untuk kita dapat bertanggung jawab atas semua pilihan kita.
Aku menulis tulisan ini selaim untukku sendiri juga untuk kalian terlebih kamu yg membaca tulisan ini. Alangkah baiknya jika kita bisa meyisihkan waktu sejenak untuk merenungkan apa yg sudah kita alami selama hidup sampai detik ini. Rasakan kasih Tuhan yg sudah kita alami sampai detik ini, mungkin kita selalu merasa kalo Tuhan sudah jauh dari kita, tp percayalah kita yg menjauh dariNya.
Buat kamu, aku, dan kita semua yg membaca tulisan ini, ingatlah satu hal, HIDUPMU TERLALU BERHARGA JIKA HANYA KAMU SIA-SIAKAN UNTUK KEPENTINGAN DUNIA. Segera datanglah memenuhi panggilan Tuhan, karena waktuNya kita tidak akan pernah tahu.

Rabu, 09 Juli 2014

KAMU...

Kamu adalah seorang wanita yg sangat spesial yg diciptikan Tuhan.

Kamu adalah obor yg terus menyala dalam gelapku.

Kamu adalah simponi yg syadu yg muncul dalam lagu-laguku yg fals.

Kamu adalah obat dalam segala penyakitku.

Kamu adalah pelangi yg muncul setelah hujan badai.

Kamu adalah genangan air yg aku temukan di saat aku berjalan mengarungi gurun pasir.

Kamu adalah hujan yg dinanti di saat gersang yg kurasa disepanjang hidupku.

Kamu adalah detik yg memaksaku untuk terus berjalan ke depan.

Kamu adalah pelabuhan yg indah yg sebelumnya tdk pernah aku temukan dalam perjalananku mengarungi samudra.

Kamu adalah logam 500 rupiah yg aku temukan di saat aku benar-benar tdk punya uang.

Kamu adalah kamu yg unik, yg dapat memotivasiku untuk bisa berjalan terus ke depan.

Kamu adalah alasan kenapa aku harus tetap berjuang dalam hidup.

Kamu adalah jawaban dari semua doaku.

Kamu adalah sumber kekuatanku di saat aku tejatuh, lemah, & tak berdaya.

Kamu adalah karya terbesar Tuhan yg harus tetap aku jaga.

Kamu segalanya dalam hidupku.

Rabu, 02 Juli 2014

Suka Duka Pribadi Supel / Aktif

Banyak orang mengira jadi orang yg supel, aktif, dan komunikatif itu asik, punya banyak teman & relasi. Pada dasarnya supel memang menguntungkan, kita bisa trus menambah wawasan dan relasi tentunya. Selain itu kita bisa terus selalu update tentang apa saja tanpa takut ketinggalan informasi. Alangkah senangnya bisa menjadi supel, kita dapat selalu membantu teman yg membutuhkan. Pribadi yg supel pada dasarnya adatkah pribadi yg tidak pernah membatasi dirinya dari sgala pergaulan.
Tapi nyatanya, tidak semuanya selalu indah untuk menjadi pribadi yg supel. Gua sering sharing dengan teman2 yg memiliki kepribadian supel. Dan rata2 kita semua sependapat.
Di balik kecerian pribadi yg supel bnyak memendam permasalahan yg bnyak teman kita tdk tahu.
Pribadi yg supel terkadang slalu ada untuk teman2 yg membutuhkan. Namun sebaliknya, pribadi yg supel trkadang slalu susah mencari teman di saat dy sedang butuh.
Bahkan terkadang jasa2 orang yg supel gampang dilupakan bgitu saja.
Kita tidak pernah tau, barangkali orang yg supel mengorbankan suatu hal yg mgkin sbnernya penting buat dirinya, namun dy lebih memilih untuk membantu temannya yg kesusahan.
Terkadang ego kita memang besar, tp apa salahnya jika kita bisa belajar memahami permasalahan seseorang di balik keceriaannya.

Sabtu, 26 April 2014

BICARA DIKIT TENTANG PENYESALAN

Ada beberapa ilutrasi menarik yg pernah gua baca, namun ilutrasi yg mau gua tulis ini berbeda dari yg lain menurut gua.
Beberapa dari kita mungkin sudah tahu kalau Aristoteles adalah murid Plato, pada satu hari Plato mengajak Aristoteles ke perkebunan yg penuh dengan bunga2 yang indah. Plato memberi instruksi kepada Aristoteles untuk berjalan menyesuri perkebunan tersebut dan menyuruh Aristoteles untuk memetik 1 bunga yang paling indah di sepanjang penyusurannya dengam syarat Aristro tidak diperbolehkan untuk kembali ke belakang dan benar harus tetap menuju ke depan.
Setelah memdengar instruksi tersebut, Atisto segera berjalan menyusuri kebun itu. Dan sampai pada akhirnya Aristo sampai di ujung kebun yg penuh dengan bunga2.
Namun ada kejanggalan di sini, Aristo ternyata tidak membawa bunga yg telah di instruksikan oleh Plato. Plato pun bertanya pada Aristo, mana bunga yg menurutmu paling indah? Apa dari sekian banyak bunga di kebun itu tidak ada yg indah bagimu?
Aristo pun menjawab, Sesungguhnya aku sudah menemukan bunga yg indah, namun aku berpikir mungkin di depan akan muncul lagi bunga yg lebih indah, namun pada kenyataannya aku tidak menemukannya lagi, aku sungguh sangat menyesal tidak memetik bunga yg aku temukan tadi.
Oke fine, cukup ilustrasinya. Apa yg bisa dijadikan pelajaran dalam ilustrasi Plato dan Aristoteles tersebut?.
Dalam ilustrasi ini gua bisa belajar untuk tidak menyia-nyiakan peluang yg ada di depan mata, jangan tunda untuk menyelesaikannya atau nanti penyesalan yg akan datang. Karena waktu akan terus berjalan tanpa kita tahu perhentiannya. Peluang tentunya tidak akan bisa diprediksi kapan waktu kemunculannya, satu yg pasti, jangan remehkan seberapa besar atau kecil peluang tersebut. Karena hal yg kecil bisa berdampak pada hal yg besar.

Gua punya cerita yg gua ambil dari pengalaman gua sendiri, dimana gua menyianyiakan kesempatan yg seharusna gua tau itu gak akan bisa terulang lagi nantinya. Gua dulu pernah punya pasangan yg menurut gua bener2 hampir mendekati sempurna. Sebenarnya gua cukup lama ngejalanin hubungan dengan dy, jarang banget gua punya masalah dalam hubungan kita. Tapi karena satu hal masalah yg bener2  sepele, gua dan dy akhirnya putus. Hampir 1 bulan gua ud putus sama dy, sampai pada akhirnya dy ngajak gua balikan (satu hal yg ekstrim buat wanita ) apalagi dy ngomongnya di depan umum dan pada waktu itu cukup banyak temen2 gua dan dy, tapi karena gua masih kpikiran sama hal sepele yg bikin kita putus, gua kekeuh buat ga mau nyambung lagi.

Saat itu gua ngerasanya biasa aja sih, gua mikir,"ntar jg dapet gantinya". Tapi pada kenyataannya? Haha, sampai saat ini gua ga pernah punya pasangan yg bisa bertahan lama, 3 bulan itu umur yg paling lama. Setelah dari dy pun bisa di hitung dengan jari di satu tangan jumlah wanita yg mampir jadi pasangan, tp ya gitu, semua ga berjalan lama. Terkadang, gua sempet nyesel sama kepetusan gua dulu, kenapa dulu gua sia-siakan dy. Mau coba buat ngehubungin dy aja susahnya minta ampun, apalagi yg gua denger dr kabar burung dy udh mau nikah dalam waktu dekat ini hahaha. Ciyaan ~~

Nah, ilutrasi Plato tadi sdikit banyak hampir sama kaya pengalaman gua ini. Intinya, jangan sekali-sekalinya kita sia - siakan peluang yg ada di depan mata. Mau seberapa besar peluang itu, sikat terus!! Jangan sampai penyesalan yang sikat kita nantinya. Syukur2 peluang itu bakal muncul lagi, kalo engga? Kita gak akan tahu men nanti kedepamnya kita bakal gimana, kita bakal jadi apa, kita bakal makan apa besok, ga ada yg tau, makanya maksimalin apa yg bisa dilakukan di depam matamu. Toh kalo nanti hasilnya begitu2 aja, satu hal yg harus perlu kita tanamkan, tetap "BERSYUKUR".