Banyak orang mengira jadi orang yg supel, aktif, dan komunikatif itu asik, punya banyak teman & relasi. Pada dasarnya supel memang menguntungkan, kita bisa trus menambah wawasan dan relasi tentunya. Selain itu kita bisa terus selalu update tentang apa saja tanpa takut ketinggalan informasi. Alangkah senangnya bisa menjadi supel, kita dapat selalu membantu teman yg membutuhkan. Pribadi yg supel pada dasarnya adatkah pribadi yg tidak pernah membatasi dirinya dari sgala pergaulan.
Tapi nyatanya, tidak semuanya selalu indah untuk menjadi pribadi yg supel. Gua sering sharing dengan teman2 yg memiliki kepribadian supel. Dan rata2 kita semua sependapat.
Di balik kecerian pribadi yg supel bnyak memendam permasalahan yg bnyak teman kita tdk tahu.
Pribadi yg supel terkadang slalu ada untuk teman2 yg membutuhkan. Namun sebaliknya, pribadi yg supel trkadang slalu susah mencari teman di saat dy sedang butuh.
Bahkan terkadang jasa2 orang yg supel gampang dilupakan bgitu saja.
Kita tidak pernah tau, barangkali orang yg supel mengorbankan suatu hal yg mgkin sbnernya penting buat dirinya, namun dy lebih memilih untuk membantu temannya yg kesusahan.
Terkadang ego kita memang besar, tp apa salahnya jika kita bisa belajar memahami permasalahan seseorang di balik keceriaannya.
Rabu, 02 Juli 2014
Suka Duka Pribadi Supel / Aktif
Sabtu, 26 April 2014
BICARA DIKIT TENTANG PENYESALAN
Beberapa dari kita mungkin sudah tahu kalau Aristoteles adalah murid Plato, pada satu hari Plato mengajak Aristoteles ke perkebunan yg penuh dengan bunga2 yang indah. Plato memberi instruksi kepada Aristoteles untuk berjalan menyesuri perkebunan tersebut dan menyuruh Aristoteles untuk memetik 1 bunga yang paling indah di sepanjang penyusurannya dengam syarat Aristro tidak diperbolehkan untuk kembali ke belakang dan benar harus tetap menuju ke depan.
Setelah memdengar instruksi tersebut, Atisto segera berjalan menyusuri kebun itu. Dan sampai pada akhirnya Aristo sampai di ujung kebun yg penuh dengan bunga2.
Namun ada kejanggalan di sini, Aristo ternyata tidak membawa bunga yg telah di instruksikan oleh Plato. Plato pun bertanya pada Aristo, mana bunga yg menurutmu paling indah? Apa dari sekian banyak bunga di kebun itu tidak ada yg indah bagimu?
Aristo pun menjawab, Sesungguhnya aku sudah menemukan bunga yg indah, namun aku berpikir mungkin di depan akan muncul lagi bunga yg lebih indah, namun pada kenyataannya aku tidak menemukannya lagi, aku sungguh sangat menyesal tidak memetik bunga yg aku temukan tadi.
Dalam ilustrasi ini gua bisa belajar untuk tidak menyia-nyiakan peluang yg ada di depan mata, jangan tunda untuk menyelesaikannya atau nanti penyesalan yg akan datang. Karena waktu akan terus berjalan tanpa kita tahu perhentiannya. Peluang tentunya tidak akan bisa diprediksi kapan waktu kemunculannya, satu yg pasti, jangan remehkan seberapa besar atau kecil peluang tersebut. Karena hal yg kecil bisa berdampak pada hal yg besar.
Sabtu, 22 Maret 2014
TERSERAHLAH APA JUDULNYA
Mengapa Tuhan menciptakan perbedaan? suatu pertanyaan yg banyak orang bisa menjawab dengan mudahnya. Namun tidak mudah bagiku untuk menjawab pertanyaan ini. Memang perbedaan jika disatukan akan menjadi suatu kesatuan yang indah, itupun harus dengan syarat. Pasti harus ada yang mengalah akan perbedaan yang mereka anut. Logika itu sungguh sangat mudah untuk ditulis, namun sangat berbeda rasanya jika dilakukan.
Perbedaan seharusnya bisa diartikan sebagai karunia Tuhan supaya kita bisa saling mengalah akan satu sama lain. Namun seiring berjalannya waktu, perbedaan justru menjadi penguat seseorang untuk mempertahankan egonya. Dengan egonya itu lah aggresifitas tercipta, kehancuran semakin mendekat. Tidak ada lagi orang yang bisa mengalah akan apa yang dipercayainya.
Kenapa Tuhan menciptakan banyak kepercayaan di dunia ini? Toh, yang dipuja adalah Ia seorang. Kita mempercayai akan Tuhan yang sama namun berbeda cara. Perbedaan cara itu bisa berdampak besar dalam setiap aspek kehidupan manusia di dunia ini.
Habis sudah kata-kataku mengenai perbedaan ini. Sesungguhnya aku sudah cukup lelah untuk memikiran hal ini, namun semakin aku ingin melupakan hal ini, semakin sering pula hal ini terlintas di pikiranku. Satu hal yang hanya bisa aku lakukan, yaitu bersabar dan selalu bersabar. Pada dasarnya aku tahu, kesabaranku ini bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan semua tekanan yang ada dalam hidupku. Melupakanmulah adalah solusi yang sangat brilian untuk mengakhiri semua ini.
Namun, butuh pengorbanan yg tidak sedikit harganya untuk bisa melupakanmu. Dan pada nyatanya sampai sekarangpun aku masih belum sanggup membayar mahalnya rasa pengorbanan itu. Selama ini, aku hanya bisa terdiam di balik semua yang aku rasakan. Sungguh sangat tersiksa di balik ku berdiam diri ini, aku selalu melihat dirimu bahagia namun bukan karenaku melainkan karenanya.
Terkadang aku selalu mencari celah sesaat di mana engkau bersedih, supaya aku bisa memberi kebahagiaan kepadamu, walaupun aku tahu itu tak akan berlangsung lama. Sesungguhnya bahagiamu adalah senyumku, sedihmu adalah deritaku. Mungkin kamu tak menyadari apa yang aku rasakan, karena kesedihanmu hanya berlangsung sekejap dan langsung berganti lagi dengan kebahagian, dan di saat itu lah aku kembali berdiam diri kembali yang hanya bisa mengamatimu dari kejauhan. Dan saat engkau mulai terjatuh kembali, aku akan selalu sigap untuk mengulurkan tanganku padamu supaya engkau bangkit lagi.
Aku tahu, hal ini akan terus menerus terjadi dalam hidupku, sampai aku memutuskan harus mengalah. Mengalah sendiri buatku merupakan keputusan yang sangat sulit bagiku. Banyak dampak yang akan timbul dari keputusanku untuk mengalah.
Ini semua adalah konsekuensiku karena aku sudah berani mencintaimu. Andai saja perbedaan dapat dengan mudah dijadikan sama...
Sampai saat ini aku masih mencari jawaban tentang teka teki Tuhan mengapa menciptakan perbedaan, cinta, dan tentunya kamu.
Semoga sesuatu yang indah akan aku dapatkan dari semua teka teki yang Tuhan berikan ini.